Kiki, seorang calon penyihir berusia 13 tahun, harus menghabiskan satu tahun hidup mandiri di kota terpencil untuk menjadi penyihir sejati. Meninggalkan keluarga dan teman-temannya, Kiki menjalani tradisi ini saat ia terbang ke dunia terbuka di atas sapu terbangnya bersama kucing hitamnya, Jiji.
Selagi menetap di kota pesisir Koriko, Kiki berjuang untuk beradaptasi dan akhirnya berkeliaran di jalanan tanpa tempat tinggal—sampai ia bertemu Osono, yang menawarkan Kiki tempat tinggal dengan imbalan mengantar barang untuk toko roti kecilnya. Tak lama kemudian, Kiki memutuskan untuk membuka jasa kurirnya sendiri dengan sapu terbang, memulai perjalanannya menuju kemandirian. Dalam upaya menemukan tempatnya di antara penduduk kota, Kiki membawa serta pengalaman-pengalaman baru yang menarik dan memahami arti sebenarnya dari tanggung jawab.

















